Nonton sekuel terakhir garapan Marvel Studios meman ciamik, alur dan plot ceritanya mirip Sejarah Perang Semesta, sebut saja Perang Diponegoro, Perang Resolusi Jihad NU 10 November, dll. Dimana saat itu kekuatan musuh(Inggris) sangat superior dan mustahil dikalahkan karena memiliki peralatan tempur dan jumlah Invanteri-Kavaleri yg jauh lebih dahayat.

Pada kasus Perang 10 November misalnya, Kiai Hasyim Asy’ari memfatwakan seluruh umat Islam yg berada dalam radius dimana diperbokehkannya Mengqashar Sholat maka hukumnya Fardlu ‘Ain untuk turun kemedan perang demi mempertahankan NKRI, walaupun dg peralatan tempur yg sangat sederhana. Jenderal AWS. Mallaby adl Jenderal terbaik didunia yg dimiliki Inggris karena telah memenangkan Perang Dunia, namun justeru tewas ditangan seorang Santri Tebuireng bernama Harun.

Para Kiai yg terjun kemedan perang tentunya tahu, jika perang iniĀ  mustahil dimenangkan, sebab tak mungkin menghadapi Kavaleri Inggris, Tank Sherman M-4, Panser dan Brencier yg dibantu Pesawat Tempur Thunderbolt & Musquito yg menggempur Surabaya, tapi demi NKRI semua kekuatan dikerahkan, KH Agus Sunyoto II menyebutkan dalam bukunya Resolusi Jihad NU Hal. 266 menyebutkan “seorang Kiai asal Cirebon memberikan air putih yg sudah dibacakan Asma’, Hizib (tentunya melalui tawassul pada para leluhur), ditambah Jimat dan Haekal, Sang Kiai mengobarkan semangat pasukan Hisboellah & Sabilillah untuk menghadapi serbuan musuh”, Bahkan Kiai Hasjim Lathif sempat bertanya lebih besar mana antara Tank dan Kerbau? Dalam bbrp kesempatan disebutkan Pangeran Dipinegoro beserta pasukannya jg tidak tinggal diam.

Pada sekuel Avengers yg terakhir ini, Thanos telah memiliki segalanya, termasuk kekuatan Batu Akik yg selama ini ia dambakan demi ambisinya menguasai seluruh Alam Semesta. Dalam perang terakhir disaat para Avengers keteteran menghadapi kekuatan Thanos beserta bala tentaranya, kekuatan tidak berimbang dan Planet Bumi dalam bahaya besar, beruntunglah para Avengers yg sakti ini memiliki “mantra bathin” yg dapat menghubungkan scr spiritual dg para Superhero “pendahulunya” dg 1 kesamaan misi “menyelamatkan dunia” .

BACA JUGA:  Australia Berencana Cabut Kewarganegaraan Warganya yang Jadi Teroris

Begitupula para Awliya’ , para Kiai para leluhur yg telah mendahului kita semua, beliau sejatinya masih “hidup” walaupun jasadnya tiada, disitulah mengapa kita sering Tawassul dan Ziarah Kubur, supaya kita tetap didoakan.

Abdul Mughits Naufal, sekretaris PC NU Kab. Lumajang

 


Sumber : harakatuna.com