Harakatuna.com. Islamabad – Pakistan dan Iran dilaporkan telah sepakat untuk memperkuat kerjasama intelijen guna memerangi terorisme di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara. Hubungan kedua negara memanas setelah serangan bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris yang berbasis di Pakistan dan menewaskan 27 tentara Iran.

Menurut kantor Perdana Menteri Pakistan, kesepakatan itu dicapai saat Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani melalui sambungan telepon.

“Perdana Menteri, Imran Khan mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani sebagai bagian dari kontaknya untuk memberi pengarahan singkat kepada negara-negara regional penting dan para pemimpin mereka tentang situasi regional,” kata kantor Khan.

“Dia juga menyatakan belasungkawa yang tulus atas serangan teroris baru-baru ini, di mana 27 tentara Iran tewas. Keduanya sepakat tentang perlunya kerja sama yang lebih erat antara dua badan intelijen dalam memerangi terorisme,” sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (11/3).

Sementara itu, menurut kantor Khan, pada gilirannya Rouhani mengatakan, Pakistan dan Iran adalah tetangga dan saudra yang terhubung melalui hubungan budaya dan orang-ke-orang yang telah selama berabad-abad.

“Peran mereka akan tetap menjadi pusat dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi di kawasan,” tukasnya.


Sumber : harakatuna.com

BACA JUGA:  Bencana Kemanusiaan Kembali Terjadi Akibatkan Pertempuran di Idlib