Harakatuna.com.  Idlib– Serangan bom kembar membakar Idlib, Suriah dan menewaskan 24 orang, empat di antaranya adalah anak-anak.

Menurut kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, ledakan pertama diketahui berasal dari bom yang diletakkan di bawah mobil di tengah kota Idlib, sementara yang kedua meledak dari sebuah motor setelah mobil ambulans sampai di lokasi peledakan pertama.

Saat ini, belum ada klaim tanggung jawab dari pihak manapun atas bom kembar yang disebut melukai setidaknya 51 orang itu.

Idlib adalah bagian terakhir dari Suriah yang masih berada di luar kontrol Presiden Bashar al-Assad. Kota yang berjarak 59 kilometer dari Aleppo itu masih dikuasai oleh Hayat Tahrir al-Sham yang terkoneksi langsung dengan Al-Qaeda.

al-Sham mengambil alih kendali administratif keseluruhan wilayah pada bulan Januari lalu, setelah mengalahkan faksi-faksi kecil yang didukung Turki.

Empat orang yang tewas disebut merupakan pendukung al-Sham, sementara 20 orang lainnya adalah penduduk sipil. Sebuah kantor administrasi lokal yang didirikan oleh al-Sham diduga menjadi sasaran pemboman tersebut.

Sebelumnya, Idlib telah dilindungi dari serangan rezim besar-besaran sejak September lalu oleh kesepakatan sekutu rezim Rusia dan pendukung pemberontak Turki. Namun beberapa kali pula kota itu mengalami penembakan secara sporadis.


Sumber : harakatuna.com

BACA JUGA:  Mahfud MD Ajak Mahasiswa ITB Warisi Sikap Kebangsaan