KabarMuslim.id. Pekalongan-Pascapencoblosan Pemilu 2019, Bupati Pekalongan Jawa Tengah H Asip Kholbihi mengajak masyarakat untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan. Apalagi, faktor keamanan dan ketertiban merupakan modal utama pembangunan di Kabupaten Pekalongan.

Ajakan itu disampaikan Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-69 Fatayat NU Kabupaten Pekalongan  dan Hari Kartini di Gedung MWC NU Kabupaten Pekalongan di Kajen, Jumat (19/4) kemarin.

“Saya berharap yang sudah, ya sudah. Jika kemarin ada kosong satu, kosong dua, sekarang kosong tiga, yaitu Persatuan Indonesia. Ini harus digelorakan terus karena bangsa Indonesia itu punya sejarah panjang. Sudah 12 kali melaksanakan Pemilu sejak tahun 1955, sehingga proses demokrasi ini dijalani dengan penuh tanggung jawab, dan yang lebih penting lagi menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Bupati.

Dikatakan, keamanan, ketertiban, dan stabilitas daerah menjadi modal utama pembangunan di Kabupaten Pekalongan.

“Insyaallah setelah Lebaran ini nanti akan ada investasi-investasi yang masuk kembali, sehingga cita-cita saya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bisa terwujud. Angka pertumbuhan ekonomi kita yang kemarin 5,32 bisa diangka 6. Mudah-mudahan jika pertumbuhan ekonomi diangka 6, maka wajah Kabupaten Pekalongan yang makmur dan sejahtera akan semakin tampak, ini harapan saya,” katanya.

Disampaikan, Pilpres dan Pileg 2019 di Kabupaten Pekalongan berjalan dengan aman, lancar, tertib dan berasaskan LUBER (langsung, umum, bebas, rahasia). Tingkat partisipasinya pun di atas 80 persen. Oleh karena itu, Bupati menyampaikan rasa terima kasih kepada KPU, Bawaslu, para PPK, dan KPPS yang telah bekerja keras menyelenggarakan Pemilu di Kabupaten Pekalongan.

Dalam momentum Harlah Fatayat, Bupati Pekalongan berharap agar Fatayat NU lebih bermanfaat dan mensejahterakan umat. Menurutnya, Fatayat merupakan organisasi para generasi muda, yang masih berusia produktif, baik dari aspek produktivitas kerja maupun reproduksinya.

“Dalam menjaga keturunan, Fatayat kita ajak untuk melakukan pemberdayaan kepada pasangan usia subur, karena di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi pernikahan dininya. Kerja sama dengan Fatayat untuk berikan pencerahan dan motivasi agar tidak cepat-cepat nikah tapi mempersiapkan diri lahir batin, sehingga pada saat melahirkan bisa menciptakan generasi yang sehat dan kuat, bisa menurunkan angka kematian ibu dan anak,” pungkasnya. (NU Online)


Sumber : harakatuna.com

BACA JUGA:  Ulama Cirebon Sepakat Tolak Seruan People Power