Islam berasal dari bahasa Arab, akar kata Salima (selamat, damai dan bebas) yang kemudian menghasilkan beberapa kata penting yakni salam (damai), Islam (kedamaian), istislam (pembawa kedamaian), dan taslim (ketundukan, kepasrahan, dan ketenangan). Nabi Muhammad SAW meperkenalkan Islam pertama kali di tanah Arab sebagai agama yang beradab, berperi kemanusiaan serta agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Di Indonesia, citra Islam moderat dan toleran sangat kental. Indonesia menjadi rumah bersama dari beragam agama. Semua sepakat untuk hidup bersama, bekerjasama dalam kebaikan dan semua itu dibingkai begitu apik melalui Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Secara umum, sebagian besar penduduknya beragama Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama hingga kini menjadi representasi peradaban Islam di Indonesia. Muhammadiyah dengan pemikiran modern dan pendidikan formalnya yang maju, serta NU yang tradisionalis-moderat dengan sistem pendidikan non-formalnya di Pondok Pesantren menjadikan Islam di Indonesia lebih kaya dan beragam.

Citra dunia Islam di Indonesia yang dahulu dikenal baik, santun, moderat dan toleran agaknya kini mengalami kemerosotan sejak  FPI ‘naik daun’. Islam yang awalnya ramah dan toleran, kini malah dikenal sebaliknya, horor dan menakutkan. Kita tahu bahwa FPI seringkali melakukan tindakan teror kepada orang-orang yang ‘berseberangan’  dengan melakukan intimidasi dan persekusi. Di Indonesia, Habib Rizieq dan FPI dikenal sebagai ormas yang anarkis dan egois.

Orang yang dianggap sebagai ‘Imam Besar’ oleh FPI nyatanya tidak mampu menjadi representasi Islam yang Rahmatan Lil Alamin (Rahmat bagi seluruh alam). Jika melihat jejak digital HRS, kita akan menemukan beberapa bukti betapa Islam telah banyak diselewengkan olehnya.

Islam yang ramah, santun dan berwibawa, dijadikan seolah tegas, namun nyatanya justru tidak beradab dan tidak berperi kemanusiaan.  HRS juga dalam video yang  beredar, pernah menyatakan dukungan kepada kelompok teroris bersenjata di Timur Tengah bernama ISIS. Sedangkan  Munarman selaku Jubir (Juru bicara) FPI, dalam suatu kesempatan pernah menghadiri sebuah seminar dan pembaiatan kepada ISIS.

Mimpi Konyol FPI: NKRI Bersyariah

Sama halnya seperti HTI dan ISIS, FPI memimpikan terbentuknya sebuah negara dengan berdasarkan Syariat Islam. Dalam bahasa FPI, negara tersebut mereka sebut dengan sitilah Daulah Islamiyah/NKRI Bersyariah.

Visi dan Misi akan menegakkan Syariat Islam termaktub dalam Anggaran Dasar FPI Pasal 6 tentang Visi dan Misi. Dalam ketentuan ini disebutkan bahwa visi dan misi organisasi FPI adalah penerapan Syariat Islam secara kaffah di bawah naungan khilafah Islamiyyah menurut manhaj nubuwwah, melalui pelaksanaan dakwah, penegakan Hisbah dan pengamalan jihad.

BACA JUGA:  ISIS-K di Afghanistan Jadi Ancaman Baru Terorisme di AS

Namun ajakan Habib Rizieq, FPI lebih halus. Ia masuk ke berbagai lini kehidupan  sosial-politik masyarakat Indonesia dan secara perlahan, lalu mendoktrin agar masyarakat utamanya kaula muda bergabung dengannya untuk menegakan Syariat Islam secara Kaffah di Indonesia. Dengan iming-iming Jihad, Surga dan menakut-nakuti dengan adanya siksa di neraka, sedikit demi sedikit bujuk rayu FPI berhasil memikat masyarakat menengah kebawah, khususnya para kaula muda. Sebagaimana HTI, strategi Habib Rizieq, FPI bisa dibilang sama liciknya, meski terlihat lebih halus.

Belakangan, FPI kerap berlaku bising di media sosial. Dengan keangkuhan dan kedangkalan ilmu agamanya, ia menghina-hina bahkan sampai berani menfitnah Kyai beserta ormas Nahdlatul Ulama. Padahal FPI sendiri ormas yang ‘baru lahir kemarin sore’, sudah sombongnya minta ampun. Sama persis dengan HTI yang baru lahir langsung mendapat panggung dakwah. Sombong, sok pintar dan sok suci. Keduanya tak recommended jadi acuan umat  dalam beragama di Indonesia.

Mimpi konyol Khilafah ataupun NKRI Bersyariah sebagaimana sering mereka gaungkan tak akan pernah terjadi. Lha piye? Kepada NU dan Muhammadiyah yang sama Islamnya saja mereka berani  ‘Kualat’, bagaimana dengan yang lainnya? hadeh

Sebagaimana petuah KH Ahmad Ishomuddin dalam status Facebooknya, beliau menuliskan bahwasanya sebagaimana HTI yang dibubarkan karena mengganggu stabilitas nasional, maka FPI perlu juga dibubarkan sebab ‘Imam Besarnya’ mendukung teroris ISIS dan ormasnya menjadi ‘sampah’ NKRI. Ingin Indonesia aman dan damai? Segera bubarkan FPI!


Sumber : harakatuna.com