KabarMuslim.id. Jakarta – Masjid merupakan tempat yang representatif bagi kalangan muslim melakukan kegiatan sosial dan keagamaan. Melihat sentralnya peran masjid di tengah masyarakat, tak bisa dipungkiri masjid memiliki pengaruh kuat dalam membentuk iklim sosial masyarakat.

Sayangnya, dalam praktik sehari-hari ada pihak menyalahgunakan masjid untuk tujuan tertentu bahkan terlarang. Misalnya menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara, melakukan agitasi untuk kepentingan elektoral, maupun distribusi materi keagamaan yang tidak ramah dan santun serta sesuai dengan karakter agama Islam yang Rahmatan Lim ‘Alamin.

Karena itu, Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN (FSTM KLB) merespon dan ikut memecahkannya dalam bentuk Halaqah Kemasjidan dengan tema utama: ”Pengarusutamaan Masjid Sebagai Sarana Menyebarkan Pesan Kesejukan, Perdamaian dan Islam Rahmatan Lil ’Alamin”.

Menurut Sekjend FSTM KLB, Fauzan Amin, kegiatan Halaqah kemasjidan tersebut diselenggarakan sebagai ajang silaturrahim bagi seluruh takmir masjid yang ada, terutama di Jakarta Raya supaya bisa sharing bagaimana masjid-masjid ke depannya. Terlebih peranan masjid yang begitu penting di masyarakat harus benar-benar dikelola secara baik dan profesional.

“Masjid memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk iklim sosial masyarakat, terutama kehidupan berbangsa dan bernegara. Segala apa yang didapati masyarakat dari majelis taklim di masjid, diyakini sebagai suatu kebenaran yang tidak boleh terbantahkan,” ucap Fauzan.

Akan tetapi yang miris, tambah Fauzan Amin, di tahun-tahun politik seperti ini, konten-konten yang mengarah pada arahan pilihan politik pada calon tertentu bahkan diimbuhi dengan kepentigan elektoral lainnya kerapa kali disisipkan dalam materi ceramah di masjid-masjid. Hal ini, menurut Fauzan, sangat mencederai kesucian rumah Allah.

“Nah, melalui FSTM KLB kita dorong kepada semua pengurus DKM untuk bersama-sama menjaga kesucian masjid di tengah kerasnya kontestasi politik. Jangan sampai kemudian masjid dijadikan tempat untuk kegiatan politik praktis dan penyebaran paham radikal dan terorisme, lebih-lebih dijadikan sarana penyebar berita bohong atau hoax,” pungkas Fauzan.

BACA JUGA:  Pesan Allah Saat Menurunkan Nabi Adam Ke Bumi

Pada Halaqah Kemasjidan yang rencananya akan digelar Hari Kamis, 14 Maret 2019, di Ballroom The Molvcca Hotel, Jalan Kebon Kacang Raya No. 20, Tanah Abang, Jakarta Pusat ini, menghadirkan sejumlah tokoh keagamaan, diantaranya; KH. Masdar F. Mas’ud (Waketum Dewan Masjid Indonesia); KH. Masduki Baidlowi, MSi. (Ketua MUI Bidang Infokom); dan Dr. H. Khairul Huda (Sekretaris Menteri Agama RI); dan dimoderatori langsung oleh M. Najih Arromadloni, M.Ag. (Sekjen Ikatan Alumni Suriah Indonesia).

Halaqah ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya alias gratis. Di samping itu, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas, seperti makan siang, sertifikat dan buku gratis. Peserta yang akan mengikuti acara ini wajib mendaftar kepada panitia melalui WA ke (081584763674).


Sumber : harakatuna.com