Keputusan mereka yang mengaku ulama tapi sebenarnya para penjual agama sebenarnya hanya menggarisbawahi langkah kedepan Prabowo. Seperti pada 2014 lalu, setelah kalah Prabowo menggugat hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi. Dia tidak mengakui kemenangan Jokowi.

Hasilnya terbukti langgeng sampai 4,5 tahun. Kasus Ahok menjadi kayu bakar yang menggoyang Jokowi di 2019.

GOD BLESS INDONESIA

Tapi Tuhan Semesta Alam sayang dengan negara ini. Doa Jokowi di Mekkah, ” Selamatkan Indonesia” didengarNya.

Tuhan menyelamatkan Indonesia dari aneka tangan jahat Islam radikal melalui berbagai saluran.

Ma’ruf Amin menyatukan NU. Masuknya Somad, Gymnastiar dan Arifin Ilham ke Prabowo membuat umat Kristen dan non Muslim lainnya bersatu memilih nomor satu. Silent majority bergerak menyeret suara milenial. Kelompok Islam moderat dan pengusung kebhinekaan mendapat dorongan penuh untuk bergerak hingga suara Jokowi terdongkrak.

PARA MALIN KUNDANG YANG SALAH ASUHAN

Tanpa mereka, Jokowi dikalahkan oleh hoax bernuansakan Islam yang penuh fitnah. Yang merasuki rakyat kawasan miskin. Yang rakyatnya frustasi karena para pemimpinnya korupsi. Yang perutnya lapar hingga janji harga serba murah mengena di kepala dan perut mereka.

Hoax juga berhasil membodohi rakyat di kawasan yang kultur nya tidak senang dengan figur sipil yang tidak gagah dan berpenampilan militer. Kultur iri dengki yang tidak suka ada orang lebih baik dari mereka, juga jadi lahan subur berita fitnah.

Berita bohong juga menyambangi kawasan bencana bahwa nasib baik akan menyapa mereka jika Jokowi tumbang.

Di berbagai kawasan inilah bau busuk penjual agama dikemas laksana fatwa pujangga. Jadi laris manis. Hingga yang muncul adalah kesan mereka ini bodoh tapi sombong.

Berlagak menolak pembangunan sambil menyumpahi pemimpin. Tapi kalau mengemis sambil maksa rajinnya bukan main. Serta rakus ketika menerima bantuan.

Mereka yang menjadi malin kundang salah asuhan inilah yang akan terus dieksploitasi sampai 2024 untuk menyingkirkan siapapun yang nanti menjadi capres yang sosok dan kinerjanya seperti Jokowi.

PROMOSI OBRAL AGAMA

Jadi yang dilakukan oleh para penjual agama lewat jimak ketiga ini adalah launching promotion. Bahwa mereka mampu melestarikan kebusukan mereka untuk lima tahun ke depan.

Mereka memamerkan kekuatannya. Mereka berharap para cukong siap menyawer uang ke kepala mereka. Bahwa dengan kesangaran mereka sepeninggal Jokowi, Indonesia bisa dikuasai para cukong dengan segenap kerakusannya.

BACA JUGA:  HTI dan FPI: Ormas Islam yang Tidak Mengerti Islam?

Para penjual agama itu lewat pernyataan sikap penuh fitnah itu sebenarnya tengah jualan. Agar bisa beroleh uang dari siapa saja yang memanfaatkan situasi perebutan jabatan Presiden di tahun 2024 dengan menggunakan jasa mereka.

PRABOWO PRESIDEN 2024

Langkah preemptive ini sudah terbaca. Karena jika masih sehat, Prabowo kemungkinan besar akan menjadi Presiden karena pendukungnya mencakup 43 persen penduduk negara ini. Tinggal dongkrak 10 persen saja, Prabowo sukar dihentikan.. Dan porsi 10 persen itu adalah tugas para penjual agama itu.

Mereka ditugasi untuk membunuh karakter siapapun yang akan menjadi calon presiden 2024 nanti yang mirip Jokowi . Para penjual agama itu akan mengerahkan para budaknya dan para penceramah dobol untuk menikam hati nuraninya kalangan Muslim yang bodoh lewat guyuran tipuan berbungkus agama yang sangat memabukkan.

TIDAK ADA PENGARUH

Bagi Jokowi, keputusan para penjual agama tidak akan berpengaruh bagi gerak langkahnya selama 5 tahun ke depan. Jokowi akan all out bekerja dan bekerja mensejahterakan Indonesia. Mereka yang berisik tidak akan diusik karena 5 tahun adalah masa singkat bagi presiden sekelas Jokowi mewujudkan cita-cita dan gagasan besarnya.

Jadi bagi Jokowi, apapun bau busuk yang keluar dari jimak-jimakan bukanlah masalah. Gerombolan mereka dipastikan tidak punya biji alias tidak akan berani turun ke jalan mengulang aksi dobol 212 karena pentolannya masih bercokol di luar negeri.

Jikapun ada yang berani nekad, dengan segera mereka berhadapan dengan aparat. Yang siap membanting dan menginjak kepala mereka yang berbuat kerusuhan.

Jokowi sekali lagi aman dan tidak perduli dengan manuver keji ini. He is nothing to loose. Santai dan bebas. Dia tidak akan nyalon lagi.

TUGAS KITA

Tinggal kita yang berusaha sekuat mungkin menjaga kebhinekaan ini. Mencegah agar agama tidak dijadikan alat pemecah belah.

Tanpa tekad besar kita, para penjual agama itu tanpa segan merobek Indonesia.

Negara , Tanah Air dan Tumpah Darah kita. Yang juga rumah indah kita menjadiS Kedua.


Sumber : harakatuna.com