Harakatuna.com. Paiton-Pengasuh pondok pesantren Nurul Jadid Paiton, KH. Moh. Zuhri Zaini terima kunjungan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengaji kebangsaan. Ia menolak jika kunjungan itu berkaitan Pilpres 2019.

Ngaji kebangsaan yang dikemas dalam kuliah umum tersebut berlangsung sekitar 49 menit. Usai acara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, langsung masuk ke mobil dinasnya. Tak ada sesi wawancara dengan awak media yang sudah menunggunya.

Menurut Kiai Zuhri, dalam kuliah umum itu, kedua jenderal berbicara tentang kebangsaan. Dimana Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bangsa yang besar dan luas. Pada tahun 2050 Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 4 terbesar di dunia.

Panglima TNI juga menyingung tentang revolusi industri 4.0. Dimana semua pekerjaan akan berbasis teknologi yang memanfaatkan data base, kemajuan teknologi tersebut. Jika tidak disikapi dengan bijak, dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya kira itu motivasi bagi santri. Oleh karena itu para santri harus belajar, kembangkan kemampuan Akademik, keseimbangan emosi, fisik, dan kecerdasan spiritual untuk menjadi generasi yang hebat dan kreatif dan menjadi sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Kiai yang murah senyum ini, menolak jika pertemuan itu berkaitan dengan Pilpres 2019. Juga tidak digunakan sebagai ajakan untuk mengarahkan pilihan pada paslon tertentu.

“Saya kira tidak ada, tidak ada. Tidak ada untuk itu,” tegas Kiai Zuhri.

Pasca dari Ponpes Nurul Jadid, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian bertolak ke Pasuruan. Di Pasuruan, rencananya akan bersilaturahmi ke Ponpes Sidogiri dan Ponpes Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan.(saw/saw)


Sumber : harakatuna.com

BACA JUGA:  Antisipasi Bahaya Radikalisme di Tangan Santri