Pemahaman yang kita ketahuhi adalah bahwa setan itu musuh Allah, oleh karenanya setan dianggap musuh maka kita harus memeranginya dengan sekuat tenaga, cara sederhana memerangi setan yang memang wujudnya tidak terlihat adalah dengan menjalankan perintah Allah dengan baik, dan menjauhi larangannya dengan sekuat tenaga.

Setan dalam kesempaatan kali ini bisa dimaknai menjadi dua hal, yang pertama adalah setan sebagai mahluk Allah, walaupun setan sudah hina berdasarkan dzatnya, akan tetapi setan juga termasuk salah satu dari sekian banyaknya mahluk Allah. Oleh karenanya betapaun hinanya setan, jangan pernah menghina setan itu sendiri, karena menghina setan sama dengan menghina mahluk Allah, dan sudah menjadi suatu implikasi bahwa menghina mahluk sama dengan menghina khaliq atau pencipta. Setan sebagai mahluk Allah yang wujudnya tidak terlihat atau mahluk ghaib harus diimani keberadaanya sehingga kita bisa selalu waspada terhadap tipudayanya.

Kedua setan sebagai suatu sifat kejelekan. Dengan mengartikan demikian maka yang harus dilakukan terhadap sifat ini adalah menunduknya, jangan sampai sifat ini menguasi kita dan akhirnya akan menjerumuskan kedalam lembah kemaksiatan. Pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat setaniyah, yaitu sifat yang apabila tidak ditaklukan akan membawa kepada kerusakan. Oleh karenanya tundukan sifat setaniyah ini dengan selalu menjalankan perintah Allah dengan baik.

Nah untuk menundukan setan apabila ia diartikan sebagai sifat dan untuk menjauhi setan apabila ia diartikan sebagai mahluk maka simaklah kisah Hatim Al-Ashom dalam mengusir setan sampai terbirit-birit.

Nama lengkap Hatim Al-Ashom adalah Hatim Bin Ulwan. Sedang nama Al-Ashom adalah nama gelarnya yang artinya tuli, jadi bisa diartikan Hatim Al-Ashom adalah Hatim seorang yang tuli, Hatim mendapatkan gelar tuli karena pada suatu hari datanglah seorang wanita kepadanya untuk meminta sesuatu. Tanpa disengaja, wanita itu telah mengeluarkan kentut dengan sedikit keras dihadapan Hatim Al-Ashom, maka wanita itupun menjadi salah tingkah dan malu, tetapi Hatim Al-Ashom adalah orang yg baik, ia mengerti bagaimana perasaan wanita, tentu wanita ini sangat malu dengan suara kentutnya yg lumayan keras, jadi Hatim pura-pura tidak mendengar kentut wanita itu.

Hatim Al-Ashom berkata : “hai, keraskanlah suaramu, karena aku tidak mendengar apa yg kamu bicarakan”, Hatim berpura-pura tuli agar wanita itu menyangka bahwa Hatim tidak mendengar kentutnya yg membuat dirinya malu itu, kemudian wanita itu pun mengulangi ucapannya dgn agak keras dan Hatim pun menjawabnya dengan suara agak keras pula.

Setelah urusan mereka beres, wanita itu pulang dengan gembira dan ia tidak malu lagi dgn suara kentutnya karena ia sudah pastikan bahwa Hatim tidak mendengarnya.

Semenjak peristiwa itu, dan sampai 15 tahun , Hatim selalu berpura-pura tuli, dan selama itu pula tidak ada seorangpun yg menceritakan kepada wanita itu bahwa sebenarnya pendengaran Hatim masih normal selayaknya orang lain.Sungguh begitu baik budi pekerti Hatim, sehingga ia rela untuk berpura-pura selama 15 tahun demi menjaga nama baik dan perasaan wanita itu.

Kisahnya Hatim mengusir setan sampai terbirit-birit adalah pada waktu pagi ada setan yang bertanya kepadanya, setan tersebut menanyakan kepada Hatim Al-Ashom meneganai tiga hal. Yaitu apa yang kamu makan, apa yang kamu pakai dan yang terakhir dimana kamu tinggal.

Mendengar pertanyaan dari setan yang menjebak kemudian Hatim menjawabnya dengan penuh kehati-hatian. Wahai setan perlu engkau ketahui bahwa yang aku makan adalah maut. Dan yang aku pakai itu adalah kaffan, kaffan adalah pakain yang membuatku selalu bisa mengalahkan lezatnya kedunian, dan tempat tinggalku yang perlu engkau ketahui adalah kubur.

Kalau dianalisis bahwa jawaban Hatim Al-Ashom ini itu mengindikasikan suatu suatu maksud tertentu, yaitu kematian. Perlu dingat bahwasanya dengan mengingat kematian akan dikumpulkan kelak bersama orang-orang yang mati syahid. Menginat mati adalah cara terbaik untuk selalu meluruskan jalan kita menuju surga.

Dengan demikian cara mengancurkan setan sampai berkeping-keping adalah dengan selalu mengingat kematian.

.

[zombify_post]


Sumber : harakatuna.com

BACA JUGA:  Menaklukkan Hawa Nafsu