KabarMuslim.id. Bandung – Berkembangnya gerakan radikal ektremis di Indonesia harus menjadi perhatian, khususnya bagi kelompok muda dan generasi milenial.

Hal ini disampaikan Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Hendra Guntara, saat ditemui di Bandung, Selasa (9/4/2019).

Benih gerakan ini, katanya, sudah ada sejak sebelum kemerdekaan dan akan terus bergerak di masa kekinian.

“Pancasila konsesus final berbangsa bernegara, sudah tidak boleh lagi diotak-atik. Kalau ada kelompok orang atau organisasi yang mendorong ingin mengubah sistem, inilah yang harus kita lawan,” kata Hendra.

Pihaknya mencontohkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah dibubarkan, bahkan dengan berani menyatakan dalam AD/ART sendiri, sudah menyatakan ingin menjadikan Indonesia negara khilafah.

“Model begini, mulai bermunculan lagi dengan sasaran mahasiswa, pemuda, dan harus diwaspadai dan kita lawan karena dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap Hendra.

Dengan komitmen melawan paham radikal itu, Hendra mengatakan, dalam setiap kegiatan, pihaknya meminta berbagai pihak selalu menyelipkan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.

“Lihat saja di luar negeri, Amerika Serikat misalnya. Mereka menumbuhkan nilai nilai nasionalisme sangat luar biasa. Kita lihat saja setiap sisipan di film filmnya, memunculkan bendera. Ada pesan nasionalisme. Nah di kita malah bangga dengan bendera orang lain, Memang ini kelihatannya sepele, tapi berdasar,” ujarnya.

Artinya, kata Hendra, pendidikan nasionalisme harus ditanamkan sejak dini.

“Pesan-pesan seperti itu harus kita buat dalam bentuk menarik, digital. Karena sasaran mereka radikal ekstrimis masuk ke perguruan tinggi, segmennya generasi muda. Jadi sudah seharusnya kita mengedukasi masyarakat tentang kecintaan NKRI dan nasionalisme,” katanya.

Saat ini, katanya, nilai-nilai tersebut mulai luntur. Berbeda pilihan dalam Pilpres saja, bisa sampai tidak bertegur sapa dengan teman dan kerabat, bahkan ada yang lebih dari itu. Ini terjadi karena tidak ada kecintaan kepada NKRI.

BACA JUGA:  Diduga Berafiliasi HTI, 2 Dosen UGM Dinonaktifkan

“Padahal jaman now lebih terbuka, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi lebih luas. Yang menjadi problem kita, karena lemahnya budaya literasi masih menjadi penyakit bangsa kita,” kata Hendra.

Sementara di tahun politik ini, KNPI Kota Bandung mengajak semua masyarakat menjaga ketertiban dan kedamaian, sehingga tercipta pemilu yang aman dan damai.

“Mari kita gunakan hak pilih kita dengan baik, jangan golput, yang mau pilih 01 silahkan, 02 silahkan, kita ciptakan pemilu damai di Kota Bandung,” kata Hendra.

KNPI Kota Bandung, katanya, juga menyatakan siap menjadi garda terdepan bersama seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya literiasi guna melawan penyebaran hoax dan ujaran kebencian.

Pihaknya pun mendukung netralitas TNI-Polri dalam menjaga dan menciptakan suasana Pemilu 2019 yang damai, aman, tentram dan kondusif.


Sumber : harakatuna.com