Harakatuna.com. Manado– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Manado menurunkan bendera bertuliskan kalimat tauhid dalam kampanye terbuka calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Manado, Minggu (24/3), karena dianggap sebagai bentuk pelanggaran pemilu.

“Bawaslu di saat pengibaran bendera itu sudah langsung melakukan penindakan untuk diturunkan,” jelas anggota Bawaslu Manado Taufik Bilfaqih, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/3).

Dia juga membenarkan bahwa bendera apapun di luar atribut kampanye adalah sebuah bentuk pelanggaran.

Hal itu, katanya, merujuk pada Pasal 280 huruf i Undang-undang Nomor 7 tahun 2017. Bahwa, pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atau atribut selain dari tanda gambar dan/atau atribut peserta pemilu yang bersangkutan.

“Kita memproses soal ini. Semoga besok semua pihak sudah bisa dipanggil, termasuk penyelenggara kampanye,” jelas Taufik.

Ia juga mengatakan saat ini memang banyak foto-foto yang beredar dan menjadi viral soal kehadiran bendera tersebut sebelum diturunkan.

Taufik juga meminta kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak membawa ke dalam lokasi kampanye selain atribut kampanye. “Pasti akan kami tertibkan,” ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Penasehat badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid, telah membantah bahwa bendera yang berkibar di kampanye pihaknya adalah bendera HTI.

“Dan tidak mungkin HTI itu terlibat, karena HTI menyatakan yang namanya pemilu kufur, jadi enggak mungkin ada bendera HTI dan HTI terlibat di kampanye,” ucap dia.

Hidayat menilai bendera itu adalah bendera bertuliskan kalimat tauhid saja. “Bendera HTI itu jelas. Kalau itu dikatakan bendera HTI itu anda hoaks. Anda mengatakan perangi hoaks, maka jangan menyebarkan,” kata dia.

BACA JUGA:  Mengoreksi Shalat Kita Sehari-Hari

Sementara, Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyebut bendera tersebut merupakan Al-Liwa yang adalah panji HTI.

“Semakin jelas dan nyata Prabowo-Sandi didukung kelompok eks HTI. Indikasinya, keberanian mereka mengibarkan bendera Al-Liwa di panggung utama kampanye (Prabowo) di Kota Manado, bendera itu tampak tegak berdiri,” kata Ace dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (24/3) dikutip dari Antara.

Ace mengatakan bendera Al-Liwa adalah bendera yang menjadi panji HTI, yakni kelompok yang selama ini mengaku ingin menegakkan sistem khilafah yang anti-Pancasila.

“Eks HTI selama ini ada di balik pendukung utama Prabowo-Sandi. Mereka sangat militan melawan pemerintahan Jokowi karena Pemerintahan Jokowi bersikap tegas terhadap organisasi yang ingin mengancam ideologi Pancasila dan NKRI,” kata Ace.

Sumber CNN 


Sumber : harakatuna.com