Berfikir atau tafakur merupakan aktifitas yang sangat dianjurkan dalam Islam, Nabi bersabda “berfikir sesaat lebih baik dari pada 60 tahun ibadah”. ini artinya berpikir merupakan suatu ibadah tersendiri yang bobotnya lebih baik daripada 60 tahun ibadah.  Namun demikian berfikir seperti apakah yang dianjurkan dalam Islam, apakah semua aktifitas berfikir diperbolehkan dalam Islam..?.

Kegiatan berpikir merupakan awal dari tumbuhnya semua ilmu pengetahuan di dunia ini, hal ini jika didasarkan pada suatu pemahaman bahwa filsafat adalah induk dari segala ilmu pengetahuan, sedangkan kita tau sendiri bahwa landasan dasar dalam berfilsafat adalah berpikir. hampir bisa dipastikan bahwa semua ilmuan itu pemikir, namun tidak semua pemikir itu ilmuwan.

Berpikir merupakan sebuah aktifitas yang menunjukan eksistensi manusia di bumi, Rene Descartes menyatakan aku berpikir maka aka ada. disamping itu berpikir merupakan aktifitas pembeda manusia dengan mahluk lainnya, karena manusia dibekali akal, sudah otomatis hanya manusia yang mampu melakukan aktifitas berpikir, oleh karena yang demikian berpikir merupakan kemuliyaan yang diberikan tuhan khusus untuk manusia.

Berfikir merupakan aktifitas yang sangat asyik dan mengasyikan, hal ini apabila seseorang sedang memikirkan suatu permasalahan yang belum diketemukan jawabannya, waktu semalam, sebulan atau bahkan bertahun-tahun tidaklah terasa ketika sedang asyik bergulat dengan suatu permasalahan.

Suatu ketika Imam Syafi’i berkunjung ke kediaman Imam Ahmad, Putri Imam Ahmad sangat senang dengan kedatangan beliau, hal tersebut dikarenakan Imam Syafi’i merupakan orang alim dan sekaligus guru dari bapaknya. Putri Imam Ahmad ini ingin mengetahui bagaimana alimnya Imam Syafi’i. Singkat cerita setalah dijamu makan malam Imam Syafi’i merenung dikamar sambil tiduran, putri Imam Ahmad yang penasaran dengan kealiman Imam Syafi’i pun akhirnya mengamati kegiatan Imam Syafi’i.

Paginya Putri Imam Ahmad ini terheran-heran dan melaporkan apa yang diamatinya kepada Bapaknya. katanya Imam Syafi’i ini orang alim, tapi kenapa semalam suntuk ia habiskan waktunya hanya untuk tiduran, bukannya untuk berdzikir atau membaca al-Quran. Bapaknya hanya berkata kepada anaknya, nanti kita tabayunkan kepada Imam syafi’i.

BACA JUGA:  Relasi Gender Perspektif Muhammad ‘Abduh

Mendengar jawaban Imam Syafi’i, putri Imam Ahmad terheran-heran takjub luar biasa kepada Imam Syafi’i, Imam syafi’i berkata tadi malam selepas jamuan makan malam saya masuk kekamar untuk memikirkan masalah fikih yang saya hadapi, bahkan saya sholat Isya dan subuh dengan menggunakan satu wudhu.

Dengan demikian berpikir merupakan aktifitas yang sangat bermanfaat apabila yang dipikirkan tersebut merupakan hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

Nah, untuk mengetahui jenis berpikir apa saja yang dianjurkan dalam Islam, Imam Nawawi Albantani dalam salah satu kitab karanganya menyatakan bahwa kebanyakan ulama telah bersepakat bahwa ada lima jenis berpikir yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Pertama adalah berpikir mengenai ayat kauniyah Allah SWT, atau berpikir mengenai alam semesta yang menjadi tanda kekuasaan Allah, karena berpikir yang demikian akan melahirkan ketauhidan dan keyakinan. Berpikir jenis ini banyak sekali dipraktekan oleh orang barat. mereka selalu memikirkan dan melakukan penelitian mengenai alam, sehingga banyak sekali menghasilnya teori-teori sains yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia.  Memikirkan alam semesta merupakan anjuran Nabi, dalam hadisnya beliau bersabda “pikirkanlah ciptaan Allah, dan jangan berpikir tentang dzat Allah“.

Kedua adalah berpikir tentang nikmat-nikmat Allah, karena berpikir yang demikian akan melahirkan kecintaan kepada tuhan semesta alam.

ketiga  adalah berpikir tentang janji-janji Allah, karena berpikir jenis ini akan melahirkan perasaan semangat dalam menjalani hidup.

Keempat adalah berpikir mengenai ancaman-ancaman Allah, karena berpikir yang demikian akan melahirkan rasa takut untuk berbuat kerusakan dan kedzoliman.

Dan yang terakhir adalah berpikir mengenai lemahnya jiwa kita dari taat akan perintah Allah SWT, karena berpikir yang demikian akan melahirkan  perasaan malu.

Melihat lima jenis berpikir yang dianjurkan dalam Islam ini sudah seyogyanya membangkitkan kita sebagai seorang muslim untuk selalu berpikir positif dan selalu berpikir mengenai hal-hal yang bermanfaat untuk kebaikan umat manusia. jangan pernah perpikir yang destruktif , karena selain merugikan diri sendiri, juga merugikan orang lain dan yang jelas berpikir seperti ini sangat dilarang oleh agama.

[zombify_post]


Sumber : harakatuna.com