KabarMuslim.id Bogor – Radikalisme sebagai musuh bersama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) datangi 12 titik potensi radikal di Bogor. Pasalnya MUI melakukan swiping lokasi yang berpotensi radikalisme dengan mengadakan “Halaqah Kebangsaan” di berbagai tempat.

Sekretaris MUI Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar alias Gus Udin mengatakan, pihaknya benar-benar waspada dengan ancaman radikalisme. Pasalnya MUI telah mengadakan khalaqah kebangsaan dengan tajuk “Menguatkan Nilai-nilai Islam Wasathiyah dalam Menangkal Radikalisme Agama” secara keliling.

MUI memberi pemahaman mengenai Islam moderat kepada masyarakat luas dan terutama kepada para santri di pondok pesantren. “Nilai-nilai islam moderat atau wasathiyah sangat penting disampaikan kepada para santri, agar mereka tidak terjebak ke dalam radikalisme agama,” ujar Gus Udin, usai acara.

Menurutnya, Ciomas menjadi lokasi pertama dari 12 lokasi di Kabupaten Bogor yang akan didatangi oleh pengurus MUI, agar masyarakatnya diberikan pemahaman melalui kegiatan Halaqah Kebangsaan.

Pada kesempatan itu, ia menghadirkan akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Paud Hasan sebagai narasumber. Menurut Paud, paham ekstrim radikalis saat ini tengah menjadi kecenderungan di masyarakat, bahkan hingga kalangan pelajar dan santri.

Paud mengatakan, radikalisme agama merupakan sikap keberagamaan yang cenderung menilai diri sendiri paling benar. Hal itu menurutnya berpotensi menimbulkan kerenggangan di masyarakat lantaran sikap radikalis akan menganggap apa yang dilakukan kelompok lain tidak benar.

“Pemahaman seperti itu harus dihindari oleh kita semua agar menjadi muslim yang baik, yang menghargai, dan saling menghormati, inilah Islam Wasathiyah,” terang Puad.


Sumber : harakatuna.com

BACA JUGA:  Dua polisi tewas akibat ledakan di Kairo