Tak terbayangkan, masa kini berita hoax kian menjamur bahkan semakin menjadi-jadi. Para penyebar berita hoax sesuka hati mengungkapkan fitnah terhadap korbannya, terutama di akun media sosial seperti facebook maupun instagram. Sungguh penyebaran berita hoax tersebut sangat berbahaya, apalagi terhadap korbannya. Berbagai tuduhan dilontarkan tanpa ada kebenaran pasti dan sumber yang valid. Sungguh berbahaya!

Korban dari pelaku penyebar berita hoax tersebut dituduh dan difitnah, sehingga harga diri dan martabatnya menjadi rusak. Akibat berita hoax itupun membuat masyarakat lainnya percaya dan ikut menaruh pikiran negatif terhadap korban berita hoax. Semakin banyaklah yang mengolok-olok si korban tersebut.

Tentu, dengan maraknya berkembang berita hoax itu, wajiblah kita semua memerangi penyebaran berita hoax tersebut. Siapapun yang menyebarkan berita hoax wajib dihukum agar ada efek jera baginya serta kita bersama-sama untuk tidak turut serta dalam penyebaran berita hoax. Hal itu agar kenyamanan dan keamanan tetap terjaga dari maraknya berita hoax.

Terkait itu, banyak juga dijumpai akun-akun palsu yang menyebarkan hoax, sehingga akun tersebut sungguh berbahaya bila terus berkembang karena banyak sekali postingan tulisannya yang tak tahu sumber dan datanya darimana. Lucunya, akun-akun palsu semakin berkembang biak dan tak terkendali.

Kasihan

Pastinya, si penyebar berita hoax sangat senang bila berita hoaxnya dapat dibaca masyarakat dan disebarluaskan ke akun media sosial. Hal itu agar menimbulkan polemik, konflik dan perpecahan di tubuh bangsa. Dengan begitu, si pelakunya dapat dikatakan berhasil dalam menyelesaikan misinya. Bagi penulis, pelaku penyebar berita hoax tak ayal seperti seorang teroris. Sama-sama ingin mengacaukan keamanan, ketenteraman dan persatuan.

Coba kita bayangkan, kalau pelaku teror akan dikatakan berhasil ketika ketakutan, ketidakamanan menggerogoti masyarakat. Begitu juga si pelaku penyebar berita hoax dikatakan berhasil ketika dirinya mampu membuat orang lain bertengkar, tidak aman dan menghina satu dengan lainnya.

Kita ketahui bahwa memang berita hoax mampu memanas-manasi antar satu dengan lainnya. Sebagai contoh, ketika seseorang disebarkan berita hoax atas dirinya, katakanlah dia dituduh seorang pengemis, pencuri maupun pelacur. Padahal, sebenarnya orang itu adalah orang yang baik dan santun. Akibat berita hoax itu membuat orang lain terpengaruh dan ikut mengatakan hal yang tidak benar tersebut. Akhirnya, mereka pun berkelahi, saling melontarkan hinaan bahkan sampai mendendam.

BACA JUGA:  Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan

Begitulah yang dialami banyak orang, tentu berdampak buruk bagi citranya di hadapan masyarakat lain yang terpengaruh oleh berita hoax itu. Itu pasti! Jadi, dirinya pun diperolok dan hilanglah harga dirinya. Sungguh kasihan! Pantaslah kita katakan penyebar berita hoax adalah orang yang tidak punya rasa kasihan dan tak mengenal hukum kasih!

Melawan Penyebar Berita Hoax

Maka, perlu kita bangkit melawan penyebaran berita hoax. Saatnya utamakan kebenaran dan data valid dalam berkomentar maupun mengkritik, khusus di media sosial.

 Dalam menangani kasus penyebaran berita hoax, perlu pihak kepolisian bertindak cepat dalam menanganinya agar tidak semakin beredarnya berita hoax tersebut. Saatnya kepolisian didorong agar cepat dan tepat dalam menyelidiki dan menyidik kasus penyebaran berita hoax di media sosial tersebut. Hal itu agar si pelaku penyebar berita hoax diproses pengadilan dan diberikan hukuman atas perbuatannya. Kita yakin pihak kepolisian akan cepat dan tepat menangani kasus tersebut.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika pun turut serta dalam menindak akun-akun fiktif penyebar berita hoax. Saatnya akun yang terindikasi penyebar berita hoax diblokir agar tidak bisa lagi melancarkan serangan berita hoax di media sosial. Setelah itu, masyarakat, kepolisian dan Kemenkominfo semakin menguatkan koordinasi agar informasi mengenai beredarnya akun penyebar berita hoax dapat diatasi.

Selanjutnya, gunakan hukum sebagai pedang bermata dua yang menebas segala bentuk kejahatan termasuk penyebaran berita hoax tersebut. Hukum harus tegak dan memancarkan sinarnya agar setiap orang tidak semena-mena bertindak melanggar hukum. Mari kita pun baiknya menjaga bibir, tangan dan pikiran kita untuk tidak berbuat kejahatan cyber seperti menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian dan kejahatan lainnya.

Alangkah baiknya, kita menjadi manusia yang berpikir positif, mempunyai visi untuk memperbaiki Indonesia lebih baik serta mendukung penegakan hukum yang berkepastian, berkeadilan dan bermanfaat. Penyebar hoax layaknya seorang teroris. Oleh sebab itu, mari kita perangi bahaya penyebaran berita hoax!

[zombify_post]


Sumber : harakatuna.com