Harakatuna.com. Austria-Qaeser A. (42 tahun) berasal dari Irak dan sekarang tinggal di Wina, Austria. Dia ditangkap oleh satuan antiteror Austria awal minggu ini atas tuduhan merencanakan serangan terhadap kereta supercepat Jerman, ICE.

Para penyelidik mengatakan hari Jumat (29/03), sel teror binaannya kemungkinan merencanakan lebih banyak serangan teror. Mereka juga sudah melaksanakan aksi sabotase, namun gagal.

Penyelidikan terhadap dugaan serangan teror semakin meluas setelah Qaeser A. dan istrinya ditangkap di Wina pada hari Senin (25/3). Dua warga Irak lain kemudian ditangkap di Republik Ceko, hari Kamis (28/3).

Polisi Austria mengatakan, sel teror Qaeser A menempatkan kabel baja di jalur rel ICE antara Nürnberg dan München di bulan Oktober lalu, dan melakukannya di Berlin pada Desember lalu. Tidak ada yang terluka dalam upaya sabotase itu, karena salah konstruksi.

Polisi Jerman hari Sabtu (30/3) segera bereaksi dan melakukan penggeladahan di beberapa kota di Jerman. Media memberitakan sedikitnya sebelas orang ditahan dan sedang diperiksa.

Insiden lain yang sedang diselidiki

Polisi di negara bagian Bayern mengatakan mereka sekarang sedang menyelidiki dua insiden sabotase lain di jalur kereta api Nürnberg-München di sekitar Allersberg dengan menggunakan irisan kayu dan baja yang ditempatkan di rel kereta api.

“Kami berasumsi bahwa ada tiga insiden pada waktu yang berbeda,” kata juru bicara Dinas Kriminal Jerman di negara bagian Bayern kepada kantor berita DPA. Dia mengatakan sabotase itu gagal karena desain konstruksi yang salah ditempatkan pada rel.

Dalam perkembangan terpisah, majalah Der Spiegel melaporkan bahwa pihak berwenang Austria menemukan kacamata penglihatan malam dan dengung di kediaman pria Irak itu di Wina.

Sel teror

BACA JUGA:  Hadapi Iran, AS Ingin Tambah 5.000 Personel Militer di Timur Tengah

Qaeser A yang ditahan di Wina telah mengakui melakukan serangan itu, namun ia membantah motif terorisme. Istrinya yang juga ditahan membantah terlibat dalam aksi-aksi suaminya.

Polisi Austria mengatakan adanya bendera ISIS dan tulisan-tulisan Arab yang ditemukan dekat lokasi serangan mengindikasikan motif terorisme yang dicurigai. Ketika polisi menggeledah rumahnya di Wina ditemukan banyak kartu SIM, sebuah drone dan teropong inframerah untuk melihat di malam hari.

Menteri Dalam Negeri Austria Herbert Kickl mengatakan hari Kamis (28/3), dua orang yang ditahan di Praha adalah bagian dari “sel teror” bersama Qaeser A.. Pengadilan Ceko telah memerintahkan kledua orang itu agar diekstradisi ke Austria.

 

 

 

 

 

 

 

 


Sumber : harakatuna.com