Mari berpikir lebih jernih dan adem adem saja tentang konsekwensi kontestasi pilpres ini. Kita tak butuh gertak sambal yang berapi api karena pedas sambal yang disemburkan oleh provokator berbaju ustadz bau anarkisnya telah merebak kemana mana.

Kita nggak usah ikut ikut mendesis karena perihnya sambal provokasi ustadz ustadz itu akan balik menghantam mulut comberanya sendiri. Kita tak usah menghiraukanya jika ingin menjadi orang waras bersama ketenangan jiwa.

Gerombolan pemabuk agama telah mulai lama blingsatan matanya liar ingin mencari mangsa sesama sesama anak Negeri. Mereka menarasikan darah adalah permata jihad yang mulia sebagai kunci surga yang tak tertandingi padahal tidak !

Mari bersama sama siuman dan sadar untuk melawan bahaya kebejatan framing bahwa darah adalah satu satunya jalan menuju kemenangan Isam. Justru Islam tak mengenal atau bahkan menghindari darah di negeri yang aman.

Menggapa harus kita hadang provokator2 itu ? Karena jika tidak kita hadang mereka akan melenggang berteriak perang seperti jagoan perompak atas nama Tuhan yang akan mengoyak dan memecah tubuh kapal dan mematahkan urat nadi Nahkoda dan awak kapal bangsa ini.

TNI dan polri sudah siap kita amini kita dukung ketegasan mereka untuk meremukkan tulang tulang begundal itu dengan caranya. Dan kita memulai menggiring opini dan mencerahkan masyarakat agar tidak terobsesi tertipu dengan doktrinitasi sesat perusuh tanah air ini.

Yang lebih prinsipil harus kita pahami bersama adalah bahwa mereka kepanjangan dari gurita tangan asing yang akan menghancurkan Negara ini seperti halnya yang dilakukan di Syuriah, Yaman, Irak, lebanon Afganistan yang sekarang hancur berkeping keping. Kalian tahu siapa di balik dalang alien dibelakang mereka yakni gerakan sampah HTI DAN ISIS pahami itu.

BACA JUGA:  Bahaya Menolah-Noleh Dalam Sholat

Selama kita diam tak melawan. Maka kita akan menyaksikan darah layaknya bunga bunga kematian anyir merebak disekitar kita. Namun jika kita melawan takkan ada pertumpahan darah melanda bumi kita.

Mari kita renungkan bahaya pembunuhan dan persimbahanan darah..

تأملوا -عباد الله-: “كل المسلم على المسلم حرام دمه وماله وعرضه”.

البعض قد يستهين بأن يعتدي على أخيه المسلم، يغضب غضبة يقتل أخاه المسلم، ويحسب ذلك هينا، فاسمع ماذا قال الله -جل وعلا-، قال سبحانه وتعالى: (وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا)[النساء: 93].

فالمسلم لا يقدم على قتل أخيه المسلم بغير وجه حق.

تأمل: (وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا)[النساء: 93].

وقد وقف النبي -صلى الله عليه وسلم- يوم عرفة، وخطب في الناس، ووقف يوم عيد الأضحى في حجة الوداع، وخطب في الناس، ووقف في ثاني أيام التشريق في حجة الوداع فخطب صلى الله عليه وسلم في الناس.

فكانت من المعاني التي تكررت في هذه الثلاث مواقف: “إن دماءكم وأموالكم وأعراضكم حرام عليكم كحرمة يومكم هذا في شهركم هذا في بلدكم هذا”.

 

 

Oleh : Abdulloh Faizin


Sumber : harakatuna.com