Harakatuna.com Poso – Satuan Tugas (Satgas) Tinombala 2019 terus melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Pegunungan Poso, Sulawesi Tengah yang hingga kini belum tertangkap.

Kepala Operasi Tinombala Satu 2019, Kombes Pol Susnadi memastikan, pasca terjadinya kontak senjata, pihaknya terus meningkatkan kekutan untuk memburu sisa kelompok sipil bersenjata itu.

“Kami terus melakukan pengejaran terhadap kelompok DPO teroris pimpinan Ali Kalora,” katanya saat menggelar barang bukti peralatan anggota MIT di Mapolres Poso, Selasa (5/3/2019).

Menurutnya, dengan tewasnya Romzi alias Basyir dan ditangkapnya Aditya alis Idad, kekuatan DPO tersebut kian melemah.

“Saat ini Anggota MIT Poso tersisa tiga belas orang,” katanya.

Sementara Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Wahyu Lukman mengatakan, Kabupaten Poso hingga saat ini masih aman terkendali pasca kontak senjata di Desa Padopi, Kecamatan Poso pesisir Utara itu.

Pihaknya bersama TNI terus bersinergitas melakukan pengejaran dengan pasukan yang ada.

“Hingga kini Poso tetap aman dan terkendali,” katanya.

Untuk diketahui, temuan barang bukti yang digelar di Mapolres Poso akan dikembangkan serta menjadi petunjuk awal dalam penyelidikan terhadap salah satu DPO Idad yang berhasil tertangkap saat kontak tembak terjadi.

Babuk tersebut selanjutnya akan dibawa ke Polda untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara untuk anggota MIT yang tertangkap masih dalam pemeriksaan di Mapolres Poso.

Sumber Tribun

 


Sumber : harakatuna.com

BACA JUGA:  Pesantren Tempat Teraman Hadapi Krisis Moral dan Radikalisme