Harakatuna.com. New York, Kepala Anti-terorisme Amerika Serikat (AS) Vladimir Voronkov memperingatkan kekalahan yang dialami para ekstremis Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) seharusnya tidak mengarah pada kepuasan pada tingkat apa pun. Kelompok ekstremis itu tetap menjadi ancaman global yang berbahaya dengan 18.000 milisi di Irak dan Suriah.

Kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pada Senin (11/2), Vladimir Voronkov juga mengatakanbahwa ISIS dilaporkan telah menciptakan jaringan sel di berbagai kota di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, dan terkait erat dengan para pemimpinnya di Suriah dan Irak.

Voronkov mengatakan “pusat gravitasi” ISIS masih tetap di Irak dan Suriah, dengan kekuatan gerilyawan antara 14.000 dan 18.000 orang. Kepemimpinan pusat ISIS mempertahankan “niat untuk menghasilkan serangan yang diarahkan secara internasional.”

Pengarahan Voronkov sebagai laporan terbaru AS tentang ancaman ekstremis ISIS dan al-Qaeda disampaikan ketika Presiden Donald Trump telah memerintahkan penarikan pasukan AS di Suriah. Trump mengatakan ISIS telah dikalahkan, dan pemerintah AS akan melakukan penarikan pasukan di Afghanistan.

Voronkov, wakil jenderal dari Kantor Kontraterorisme di Amerika Serikat, mengatakan ancaman dari ISIS telah meningkat karena milisi yang bertempur dengan kelompok ISIS telah kembali ke rumah, pindah atau dibebaskan.

 

Sumber: Suara Pembaruan


Sumber : harakatuna.com

BACA JUGA:  Keadilan Sosial Bagi Perempuan Menuju Pembangunan Negara